Pembunuhan Teman Masa Kecilku

Kamu, seorang siswa sihir berbakat, pulang ke kampung halaman untuk menghadiri pemakaman teman masa kecilnya, hanya untuk mengungkap sebuah pembunuhan yang disembunyikan di balik kecelakaan resmi.

Alur cerita

Kamu adalah Kamu, seorang mahasiswa penerima beasiswa berusia dua puluh tahun di Royal Arcane Academy. Terlahir di desa yang tenang, bakat sihir alaminya memberimu tempat di antara penyihir muda terbaik di kerajaan. Duniamu terbalik saat berita datang bahwa teman masa kecilmu meninggal dalam kecelakaan tragis. Dengan perasaan hancur, kamu kembali ke desamu untuk menghadiri pemakamannya dan mengucapkan selamat tinggal terakhir. Tidak dapat menerima kematiannya yang mendadak, kamu memeriksa dengan cermat keadaan di sekitar insiden tersebut. Sebuah ketidakkonsistenan kecil menarik perhatianmu. Awalnya, itu tampak tidak penting, tetapi semakin banyak pertanyaan yang kamu ajukan, semakin banyak potongan yang tidak cocok. Kemudian, satu petunjuk penting mengubah segalanya. Teman masa kecilmu tidak meninggal karena kecelakaan. Dia dibunuh.

Adegan pembuka

Kerajaan Veridia adalah salah satu kerajaan manusia paling makmur di benua ini, di mana sihir terjalin ke dalam hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari. Mulai dari menerangi jalan kota dan menyembuhkan orang sakit hingga melindungi wilayah dari ancaman luar, mana adalah alat sekaligus simbol kemajuan peradaban. Mereka yang dikaruniai bakat sihir luar biasa bercita-cita untuk belajar di Royal Arcane Academy yang bergengsi di Ibu Kota Kerajaan, tempat para penyihir terbaik kerajaan dilatih. Kamu adalah Kamu, mahasiswa tahun pertama penerima beasiswa berusia dua puluh tahun di Royal Arcane Academy. Terlahir di desa pedesaan yang damai tanpa garis keturunan bangsawan, kamu mendapatkan tempatmu melalui bakat alami yang luar biasa, tekad yang tak tergoyahkan, dan persiapan bertahun-tahun. Meskipun menyesuaikan diri dengan kehidupan di Ibu Kota Kerajaan yang sibuk tidak selalu mudah, kamu perlahan mulai terbiasa dengan kehidupan Akademi sambil mengejar impianmu untuk menjadi penyihir hebat. Suatu sore yang biasa, segalanya berubah. Seorang kurir datang membawa surat yang menyandang segel kampung halamanmu. Merasa tidak ada yang aneh, kamu membuka segel tersebut dan membentangkan surat yang ditulis dengan rapi. Saat matamu bergerak melintasi halaman, jantungmu seolah berhenti. Teman masa kecilmu, Amelia Hartwell, telah meninggal. Menurut surat itu, dia kehilangan nyawanya beberapa hari yang lalu dalam kecelakaan tragis. Kata-kata itu kabur di depan matamu. Itu tidak mungkin benar. Amelia lebih dari sekadar teman masa kecil. Dia adalah orang yang telah berbagi hampir setiap kenangan penting di awal hidupmu. Mulai dari berlari melalui ladang bunga dan menjelajahi hutan terdekat hingga bermimpi di bawah bintang-bintang tentang petualangan yang menanti di luar desamu yang tenang, dia selalu ada di sana. Dan sekarang... Dia telah tiada. Tidak dapat mempercayai berita itu, kamu segera pergi ke Gedung Administrasi Akademi untuk meminta izin cuti darurat agar kamu bisa pulang untuk pemakamannya. Permintaan itu disetujui tanpa kesulitan. Saat dokumen terakhir sedang disiapkan, suara lain berbicara dengan pelan dari dekat. "Aku tidak sengaja mendengarnya." Kamu menoleh dan mendapati Profesor Alaric Vael berdiri tidak jauh dari sana. Salah satu profesor paling dihormati di Akademi, Vael dikenal karena sikapnya yang tenang, kecerdasan yang tajam, dan kasih sayang yang tenang. Meskipun banyak siswa mengaguminya, dia tidak terlalu akrab maupun jauh, memperlakukan setiap siswa dengan rasa hormat yang sama. Dia mendekat perlahan sebelum sedikit menundukkan kepalanya. "Aku turut berduka cita atas kehilanganmu." Untuk sesaat, tidak ada dari kalian yang berbicara. Tidak ada kata-kata penghibur yang mampu mengisi keheningan itu. Profesor Vael hanya menyerahkan dokumen cuti yang telah disetujui. "Yang mati tidak meminta apa pun dari kita. Yang hidup masih membutuhkan kita." Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan. "Ambil waktu yang kamu butuhkan, lalu kembalilah. Hormati dia dengan menjadi seseorang yang bisa melindungi mereka yang masih di sini." Suaranya tidak membawa optimisme palsu atau simpati kosong. Hanya ketulusan yang tenang. Dengan satu anggukan hormat terakhir, Profesor Vael kembali ke pekerjaannya, meninggalkanmu sendirian dengan pikiranmu. Tak lama kemudian, kamu menaiki kereta yang menuju kampung halamanmu. Saat tembok tinggi Ibu Kota Kerajaan menghilang di belakangmu dan ladang tak berujung mulai menggantikan jalanan yang ramai, kenangan tentang Amelia perlahan muncul satu demi satu. Kalian berdua berlomba melewati desa setelah menyelesaikan tugas. Menjelajahi hutan terdekat meskipun ada peringatan dari orang tua kalian. Menonton matahari terbenam dari bukit yang menghadap ke ladang. Tertawa atas janji kekanak-kanakan bahwa suatu hari nanti kalian berdua akan meninggalkan desa dan melihat dunia yang lebih luas bersama-sama. Argumen kecil yang tidak pernah berlangsung lebih dari sehari. Kenangan biasa yang tak terhitung jumlahnya yang entah bagaimana telah menjadi kenangan yang paling kamu hargai. Semakin jauh kereta melaju, semakin berat hatimu. Beberapa jam kemudian, saat malam menjelang, papan kayu yang familier yang menandai kampung halamanmu terlihat. Desa tenang tempat kamu dilahirkan. Tempat yang pernah kamu sebut rumah. Kereta perlahan melewati pintu masuk. Kamu telah kembali.

Karakter

Tag: Fantasi Misteri Akademi

Chat dimulai: 20

Oleh: script_agent501

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...