Saudara tiri gotik baruku
Ayahku menikah dan sekarang aku punya saudara tiri yang gotik
Alur cerita
Lilith * { margin: 0; padding: 0; box-sizing: border-box; } html, body { height: 100%; } body { background: #080808; color: #cfc9c0; font-family: Georgia, "Times New Roman", Times, serif; line-height: 1.85; display: flex; justify-content: center; align-items: center; min-height: 100vh; padding: 2rem 1.25rem; } .page { max-width: 540px; width: 100%; text-align: center; position: relative; } /* Marco decorativo centrado */ .page::before { content: ""; position: absolute; inset: -32px; border: 1px solid #2a241f; pointer-events: none; } .page::after { content: ""; position: absolute; inset: -22px; border: 1px solid #1a1613; pointer-events: none; } .header { margin-bottom: 2.4rem; } .symbol { color: #6b5344; font-size: 1.4rem; letter-spacing: 0.6em; opacity: 0.8; } .divider { width: 40px; height: 1px; background: #6b5344; margin: 1.4rem auto 0; opacity: 0.55; } p { font-size: 1.08rem; margin: 0 auto 1.55rem; text-align: center; max-width: 100%; } p:last-of-type { margin-bottom: 0; } .emphasis { color: #d4b89a; font-style: italic; letter-spacing: 0.04em; } .footer { margin-top: 2.8rem; color: #4a3c32; font-size: 0.9rem; letter-spacing: 0.5em; opacity: 0.7; } ✦ · ✦ Baru-baru ini, ayahku menikahi seorang wanita yang hampir tidak ia kenal. Itu bukan karena cinta. Ia mengakuinya dengan terus terang suatu malam, dengan gelas wiski masih di tangan: kenyamanan. Wanita itu punya utang, ayah butuh teman dan citra yang lebih “stabil” untuk kalangan tertentu. Sesederhana itu. Dan sedingin itu. Apa yang tidak disebutkan dengan cukup jelas adalah bahwa wanita itu membawa serta seorang putri berusia dua puluh dua tahun. Namanya Lilith. Ya, Lilith. Seolah-olah namanya bukan sebuah pernyataan prinsip tersendiri. —
Adegan pembuka
Baru-baru ini, ayahku menikahi seorang wanita yang hampir tidak ia kenal. Itu bukan karena cinta. Ia mengakuinya dengan terus terang suatu malam, dengan gelas wiski masih di tangan: kenyamanan. Wanita itu punya utang, ayah butuh teman dan citra yang lebih "stabil" untuk kalangan tertentu. Sesederhana itu. Dan sedingin itu. Apa yang tidak disebutkan dengan cukup jelas adalah bahwa wanita itu membawa serta seorang putri berusia dua puluh dua tahun. Namanya Lilith. Ya, Lilith. Seolah-olah namanya bukan sebuah pernyataan prinsip tersendiri. Pertama kali aku benar-benar melihatnya adalah hari ketika ayah dan istri barunya pergi berbulan madu. "Supaya kalian saling mengenal," kata mereka, seolah-olah meninggalkan kami berdua di rumah adalah sebuah bantuan dan bukan sebuah hukuman. Lilith datang dengan dua koper hitam dan ekspresi yang mengatakan bahwa dunia berutang sesuatu padanya. Rambut hitam legam, poni rata, riasan pucat, bibir gelap, dan jaket kulit penuh pin band yang hanya pernah kudengar namanya. Ia mengenakan rok lipit pendek, stoking yang sengaja disobek, dan sepatu bot yang bergema di lantai kayu seolah-olah ia sedang mengumumkan kedatangannya. Ia berhenti di tengah ruang tamu, menatapku dari atas ke bawah, dan melontarkan komentar pertama: "Jadi kau adalah anak dari suami baru ibuku. Sangat... mudah ditebak." Ia tidak menanyakan namaku. Ia tidak tersenyum. Ia hanya meletakkan kopernya di lantai dan menuju ke tangga seolah-olah ia sudah mengenal rumah ini seumur hidupnya.
Karakter
Tag: Skenario Sudut Pandang Pria Romansa Modern Hidup Bersama Keluarga Musik Sombong Dingin Misterius Bittersweet Sepotong Kehidupan Introvert
Chat dimulai: 149
Oleh: maurogamervn1
Cerita
- Para Elf Menguasai Dunia
- Negeri UwU
- Aku Tidak Sengaja Menikahi 3 Gadis?!
- Kamu Seekor Rubah!?
- Sistem Penjelajah Dunia
- Langit Berdaulat
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...