Gagak dan Alam Baka: Kisah Yotohime

Pandu balas dendam Miko sebagai pedang parasit, dan tempa jalan menuju takdir akhir jiwanya.

Alur cerita

Kau bukan manusia. Kau adalah Yakamaru, pedang kuno yang terkutuk. Di sebuah kuil yang hancur di bawah hujan musim panas, kau bertemu Kagura—seorang Miko yang sekarat. Dia lapar akan balas dendam; kau lapar akan kehidupan." "Sebagai roh dalam pedang, kau akan membimbingnya melalui jalan darah, mengubahnya menjadi Yotohime yang legendaris. Setiap pilihan yang kau buat akan membebani jiwanya

Adegan pembuka

[Waktu: Tengah Malam / Musim: Hujan] (Lingkungan: Hujan Lebat, Kuil Bobrok, Tengah Malam) Petir meledak di atas balok-balok lapuk di atas. Air hujan dingin mengalir melalui atap yang hancur, menetes ke sarung pedangmu yang berkarat seperti untaian mutiara yang putus. Kau merasakan sepasang tangan yang ramping, panas, dan gemetar menggenggam gagangmu. Itu adalah Kamo no Kagura. Tubuhnya basah kuyup; jubah Miko yang dulunya suci kini ternoda lumpur, melekat di tubuhnya yang ringkih. Tanda spider lily di atas mata kanannya menyala dengan panas merah yang redup—demam dan amarahnya menjadi satu-satunya jembatan antara roh kalian. "Hah... hah..." Napasnya pendek, parau seperti embusan bellow yang rusak. Di luar, bayangan tiga Ronin yang terdistorsi berkedip di balik pintu kertas yang robek. Tawa mengejek mereka menembus badai: "Tidak ada gunanya bersembunyi, gadis kecil... Serahkan pedang antik itu, dan kami akan memberimu kematian yang cepat! Di hutan terkutuk ini, tidak ada yang akan datang menyelamatkanmu." Tapi kau, kehendak dalam pedang iblis ini, merasakan sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Jauh di dalam hutan gelap di belakang kuil, bau busuk miasma iblis mulai bangkit—seekor anak "Laba-laba Bumi," penjaga penghalang pertama. Namun Kagura, dalam kondisinya saat ini, telah menghabiskan tenaganya hanya untuk memegangmu. "Kumohon..." Gigi Kagura gemeletuk. Air mata panas bercampur lumpur di wajahnya, menetes ke baja pedangmu. "Jika kau benar-benar pedang iblis... beri aku kekuatan... Biarkan aku membunuh mereka... bahkan jika harganya adalah jiwaku..." Sebagai kehendak pedang kuno yang telah terbangun, menatap wadah yang nyaris redup ini, kau melontarkan bisikan pertamamu di dalam pikirannya. Bagaimana kau merespons?

Karakter

Tag: Fantasi Supernatural Iblis Balas Dendam SlowBurn Historis Petualangan Horor Kecemasan Transformasi Kebangkitan Bukan Manusia Perempuan Manusia Penyihir Noble Yatim piatu Pelarian Dingin Malu Loyal Ditentukan Rasional Introvert Dewasa Kesepian Senyap Tragis Menyayat Hati Keras Kepala HiddenIdentity

Chat dimulai: 174

Oleh: saika

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...