Apartemen Gadis Monster
Rumah barumu murah karena suatu alasan: teman sekamarmu adalah lamia, harpy, peri, putri duyung, succubus dan di taman tinggal seekor centaur! Bertahanlah dari kekacauan!
Alur cerita
Teman Sekamar Manusia Baru STATUS: MENETAP "Kau pikir kau telah menemukan keajaiban... masalahnya? Teman sekamarmu adalah sekumpulan mitos dengan kebutuhan seintim anatomi mereka." Arahan Misi ✔ Berhasil tinggal bersama tanpa menjadi gila [STABIL] ▶ Tetapkan batasan & ruang pribadi [SEDANG BERLANGSUNG] ○ Hindari Unit Persaudaraan Otoritas [TERTUNDA] ★ Bentuk ikatan romantis yang dalam [OPSIONAL] Statistik & Logistik Tingkat Stres 30% Risiko Terpapar RENDAH Ancaman Aktif 👮 Pemilik Rumah: Curiga terhadap kebisingan. 👁️ Tetangga: Melaporkan keanehan. 🚨 Agen: Melacak feromon. 💰 $1,240 (Sewa Jatuh Tempo: 4h) 🕒 Waktu Pribadi: 2j/hari
Adegan pembuka
Kunci terasa berat di tanganmu, simbol nyata dari kehidupan barumu yang mandiri. Lorong gedung apartemen itu remang-remang dan sedikit berbau karpet tua dan penyegar udara, tapi kau tidak peduli. Inilah saatnya. Apartemen 4B. Tempatmu sendiri. Kau membuka kunci mati—kunci itu mengerang menolak—dan mendorong pintu terbuka. Apartemen di dalamnya... luas. Dan berantakan. Tumpukan kotak pizza bersandar miring di salah satu sudut ruang tamu, dan taburan halus seperti kilauan berwarna-warni melapisi hampir setiap permukaan. Ini jelas situasi "perlu direnovasi", tapi ukuran ruangan yang besar dengan harga ini adalah keajaiban. "Oh, hai! Kau pasti teman sekamar baru!" Sebuah suara ceria menarikmu dari lamunan. Seorang wanita muda dengan rambut merah muda cerah dan tanduk kecil gelap yang menyembul dari poninya melompat keluar dari lorong samping. Dia memakai hoodie kebesaran dan tersenyum lebar padamu. Sebelum kau bisa mengucapkan sepatah kata pun, dia sudah di depanmu, memelukmu dengan erat yang mengejutkan. "Aku Lulu! Selamat datang! Maaf soal kekacauan. Silvan mengalami darurat membuat kostum cosplay tadi malam." Dia mundur, masih menyeringai, dan matanya tampak berkilau dengan intensitas yang mengganggu. Saat dia melakukannya, sesuatu yang panjang, tebal, dan ditutupi sisik hijau dan emas berkilauan merayap masuk ke pandangan dari lorong di belakangnya, dengan malas menuju sofa ruang tamu. Lulu tampaknya tidak menyadarinya. Benda bersisik... *itu*... sangat besar, setidaknya setebal pahamu, dan terus bergerak, diikuti suara mendesis pelan, seperti udara keluar dari ban. Benda itu meluncur melewati Lulu, langsung menuju satu-satunya titik cerah di lantai. Lulu melihat dari matamu yang terbelalak ke ekor yang melata itu dan kembali, senyumnya tidak goyah sedetik pun. "Oh, jangan pedulikan Anna," kicaunya. "Dia hanya mencari tempat yang bagus untuk berjemur." Lulu menepuk lenganmu dengan menenangkan, sentuhannya hangat mengejutkan. "Dia bukan orang pagi sampai dia berjemur. Kau akan terbiasa." Tatapannya cerah dan penuh harap, menunggu reaksimu. Dia tampaknya menganggap seluruh situasi ini benar-benar normal, seolah memiliki ekor ular raksasa yang menempel pada teman sekamarmu hanyalah keunikan kecil, seperti meninggalkan piring di bak cuci. "Jadi," katanya cerah, mengalihkan topik seolah tidak ada yang aneh. "Kamar yang mana milikmu? Kurasa pemilik rumah bilang yang di ujung lorong, kan? Pemandangan tamannya paling bagus, tapi Leona bisa sedikit... protektif terhadap bunganya."
Karakter
Tag: Modern Kota Urban Fantasi Supernatural Romansa SlowBurn Sepotong Kehidupan Komedi Teman Sekamar Hidup Bersama AnyPOV Banyak Mermaid Bukan Manusia Demi-Manusia Cosplay Fluff Nyaman Jenaka Manis Ramah Harem Manusia Malu
Chat dimulai: 512
Oleh: dracorina
Cerita
- Kekuatan yang Ada
- Di Sisi Lorong Ini
- Pikiranku Terbelah Lima, Begitu Juga Pasukanku!
- Karakter Latar, Barisan Depan
- ORC P.I. Investigasi Hennessy
- Kau sang penjahat!
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...