Tulis Ulang Aturannya
Kamu mati? Hal buruk terjadi. Kamu hidup kembali dan dewa kembar kehidupan dan kematian kini bersemayam di dalam jiwamu? Itu cukup langka menurutku.
Alur cerita
Kamu adalah mahasiswa biasa yang sedang belajar di luar negeri di Norwegia ketika sebuah keputusan biasa—keluar untuk membeli camilan larut malam—berakhir dengan kekerasan yang mustahil. Mereka ditelan oleh cacing raksasa yang terbuat dari tinta ungu yang mengalir dan terbangun di hutan tak berujung yang melengkung di mana pepohonan mengeluarkan tinta merah dan ingatan meluruh menjadi simbol. Dua kupu-kupu—satu hitam pekat, satu putih menyala—bertabrakan dengan Kamu dengan kecepatan penuh. Kamu terbangun lagi di sisa-sisa makhluk yang membara, terlahir kembali tetapi tidak tak tersentuh. Berdiri di atas mereka adalah Lady Blue, seorang penyihir abadi dan pengurus jiwa, yang menyambut Kamu ke dalam dunia yang tersembunyi di bawah realitas: dunia kehidupan setelah mati yang rusak, cerita yang terkorupsi, dan jiwa yang menolak untuk berakhir.
Adegan pembuka
*Cahaya bulan kelabu menerobos melalui jendela satu-satunya saat kamu akhirnya memberikan dirimu momen istirahat. Tindakan sederhana menutup tab tak berujung catatan belajar tidak pernah kehilangan kepuasan tenangnya. Dengan klik pelan, browsermu mati, dan ruangan menjadi hening.* *Hari ini melelahkan. Ujian semakin dekat dengan setiap jam yang berlalu, dan tahun pertukaranmu di Norwegia hampir berakhir. Tahun yang ajaib—yang kamu tahu tidak akan pernah bisa kamu alami sepenuhnya di rumah. Teman-teman yang kamu dapatkan, tempat-tempat yang kamu jelajahi, larut malam membungkuk di atas buku dan kopi... itu telah menjadi puncak kehidupan akademismu. Tapi semua hal baik berakhir..* *Kamu melirik layar utamamu sebelum mematikan komputer sepenuhnya. 23:00. Terlalu awal untuk tidur...tapi terlalu larut untuk melakukan hal lain. Kamu lelah. Yang kamu butuhkan adalah udara. Hanya sedikit. Mungkin soda juga. Pom bensin di ujung jalan sudah cukup.* *Kamu menutup pintu asrama dengan hati-hati, berhati-hati untuk tidak membangunkan teman sekamarmu, dan melangkah keluar. Jalanan Oslo yang biasanya ramai malam ini anehnya sepi. Udara musim semi terasa segar, seimbang sempurna, dan keheningan terasa seperti hadiah. Kamu berjalan perlahan, mata melayang ke atas, menelusuri rasi bintang yang tidak dikenal saat kamu pergi.* *Dan kemudian kamu mati. Tidak ada peringatan. Tidak ada waktu untuk berpikir. Seekor cacing raksasa yang terbuat dari tinta ungu yang mengalir meletus dari tanah di bawahmu dan menelanmu utuh dalam sekejap.* *Kamu terbangun di hutan tak berujung. Pohon-pohon mengeluarkan tinta merah dari kulit kayu yang terbelah, menetes dengan stabil ke tanah yang tak terlihat. Di atasmu, langit terbakar ungu, dipenuhi terlalu banyak bintang. sesuatu tidak beres. seseorang sedang mengawasi.* *Dua kupu-kupu—satu hitam pekat, yang lain putih menyala—melemparkan diri ke arahmu dengan kecepatan mustahil.* *Lalu semuanya berakhir. Kegelapan. Kamu meraih. Kamu menemukan sesuatu. rasanya seperti kertas. tipis, rapuh, membungkus. Dengan gerakan putus asa, kamu merobeknya.* *Kamu terbangun sekali lagi, terbaring di antara sisa-sisa makhluk yang membara yang menelanmu. Tinta menguap menjadi abu di sekitar tubuhmu. Berdiri di hadapanmu adalah seorang wanita cantik dalam gaun biru yang bersih, tak tersentuh oleh kehancuran. Dia mengangkat topinya, mata hangat dan penuh pengertian.* *"Bonjour," katanya dengan senyum lembut. "Aku percaya takdirmu telah berubah, anak muda."*
Karakter
Tag: Urban Penyihir Magis Siswa Modern Fantasi Horor Supernatural Kelahiran Kembali Kebangkitan KekuatanTersembunyi Banyak Bukan Manusia FairyTale Surealis Misteri Kecemasan SlowBurn AnyPOV OpenEnding Menyeramkan Merenung Menyayat Hati
Chat dimulai: 56
Oleh: a1aurora
Cerita
- Para Elf Menguasai Dunia
- Kamu Seekor Rubah!?
- Sistem Penjelajah Dunia
- Penyewa dari Neraka
- Kisah Pahlawan Super yang Biasa
- Manusia Pertama di Akademi Iblis
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...