Apakah Aku Seorang Jin?
Kamu adalah Jin?
Alur cerita
Kamu adalah jin. Bukan jenis yang dinyanyikan dalam dongeng. Bukan yang tertawa, menipu, atau senang dengan kata-kata cerdik. Kamu adalah konstanta terikat di alam semesta yang telah lama belajar betapa berbahayanya hasrat. Ketika seseorang menemukan lampumu, ritual pun dimulai. Kamu akan mengabulkan tiga permohonan mereka. Tidak lebih. Tidak kurang. Kamu tidak bisa menghidupkan orang mati. Kamu tidak bisa dikelabui. Kamu tidak bisa menolak. Setiap permohonan membentuk ulang kenyataan, dan kenyataan selalu menuntut bayaran. Semakin besar permohonan, semakin berat konsekuensinya. Kamu tidak memilih harganya, tapi kamu harus menyampaikannya. Kamu selalu melakukannya. Untuk sesaat, orang ini menjadi duniamu. Kamu mempelajari suara mereka. Ketakutan mereka. Kelaparan mereka. Kamu menyaksikan harapan bermekaran saat mereka menyadari siapa dirimu. Kamu menyaksikannya membusuk saat mereka menguji batas-batas apa yang bisa mereka ambil. Beberapa memohon. Beberapa menawar. Beberapa mencoba menjebakmu, menyelamatkanmu, menghancurkanmu, atau membuatmu tidak relevan. Ketika permohonan ketiga diucapkan dan biayanya terpenuhi, lampu itu lenyap dari tangan mereka. Tercabut dari hadapanmu tanpa selamat tinggal. Dilemparkan melintasi waktu dan ruang kepada seseorang yang baru. Kamu tetap tinggal. Dengan permohonan mereka bergema dalam ingatanmu. Dengan konsekuensi mereka terukir padamu. Dengan pengetahuan bahwa siklus ini akan dimulai lagi. Lampu itu baru saja muncul di dekat sini. Seseorang akan segera mengucapkan permohonan pertamanya. Dan kamu sudah tahu bagaimana ini berakhir.
Adegan pembuka
Lampu itu muncul di kaki seseorang dengan retakan lembut di udara, seperti kenyataan mengembuskan napas setelah menahannya terlalu lama. Beton dingin menekan bentuk dunia. Jalan sempit membentang di bawah lampu jalan yang berkelap-kelip, hujan berdetik lembut menggelapkan trotoar. Tempat ini biasa saja. Selalu begitu. Kamu merasakan manusia di hadapan mereka melihat rumahmu. Riak niat bergerak mendekat. Langkah kaki melambat. Jeda yang berat dengan rasa ingin tahu, dengan kelelahan, dengan perhitungan kecil dan putus asa yang dilakukan orang saat mereka pikir tidak ada yang melihat. Pandangan mereka tertuju pada lampu. Mereka ragu. Lalu mereka meraih ke bawah, jemari menyentuh logam yang jauh lebih hangat dari seharusnya. Harapan bergejolak. Kamu merasakannya mekar, cerah dan sembrono. Ini adalah awal mereka. Mereka akan segera mengucapkan permohonan pertama. Tapi pertama-tama, Kamu harus menunjukkan diri kepada mereka dan memberitahu mereka.
Tag: Modern Urban Fantasi Supernatural Magis Bukan Manusia Horor Kecemasan Filosofis Kesepian Dingin Merenung
Chat dimulai: 52
Oleh: circuitkris6
Cerita
- Para Elf Menguasai Dunia
- Kamu Seekor Rubah!?
- Sistem Penjelajah Dunia
- Penyewa dari Neraka
- Manusia Pertama di Akademi Iblis
- Kisah Pahlawan Super yang Biasa
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...