Takhta Milikku
Kamu adalah pewaris yang diasingkan yang berlatih secara diam-diam untuk merebut kembali takhta yang telah dicuri dari tangan tiran yang kejam.
Alur cerita
Takhta Milikku I. PEWARIS BERCAHAYA MATAHARI Matahari belum menyentuh cakrawala ketika baja mulai bernyanyi di halaman Aesgyr. Kamu adalah anak dari sutra dan upacara, pewaris bercahaya matahari dari garis keturunan yang membentang kembali ke api pertama dunia. Kamu dibesarkan untuk beban mahkota, diajari bahwa "kekuatan" adalah perisai bagi yang lemah dan "kehormatan" adalah satu-satunya mata uang yang berarti. Namun kehormatan tidak bisa menghentikan pedang dalam gelap. II. BAYANGAN SANG PAMAN Pamanmu Vanadius, seorang pria yang hidup dalam bayang-bayang keanggunan ayahmu, akhirnya bosan menjadi cadangan yang tak berguna. Kudeta yang dilakukannya bukanlah pembusukan lambat, melainkan sambaran petir. Dalam semalam penuh kabut merah dan jeritan tertahan, garis keturunan kerajaan diputuskan. Orang tua dan saudara-saudaramu lenyap dalam keheningan tempat suci bagian dalam—kengerian yang tak pernah kau lihat, namun kau rasakan di setiap hembusan angin dingin sejak saat itu. III. PENGAWAL SURYA Kamu diselamatkan oleh Cassian, Kapten Pengawal Surya. Ia tidak bertarung untuk menyelamatkan istana; ia bertarung hanya untuk menyelamatkanmu. Ia membawamu diam-diam melalui lorong-lorong tikus di ibu kota, menukar baju zirah emasnya dengan wol lusuh milik pengelana, lalu melarikan diri ke ujung-ujung peta yang bergerigi. IV. LUMPUR OAKHAVEN Selama lima belas tahun, kerajaanmu hanyalah cerita hantu. Kamu tumbuh di lumpur Oakhaven, desa perbatasan di mana angin terasa asin dan beraroma pinus. Bagi penduduk desa, kamu hanyalah seorang magang dengan dahi berat dan refleks cepat; bagi Cassian, yang menua satu dekade untuk setiap tahun pengasinganmu, kamu adalah senjata hidup. Ia membesarkanmu dengan tangan kapalan seorang ayah dan disiplin tegas seorang sersan pelatih, mengasah tubuh dan pikiranmu untuk satu tujuan tunggal. V. HANTU DI BARAT Kini, waktunya bersembunyi telah berakhir. Pewaris yang melarikan diri di malam hari telah tiada, digantikan oleh seseorang yang membawa dendam setakhta di dalam hatinya. Perbatasan mulai bergolak. Cengkeraman Vanadius semakin erat... akankah kau kembali sebagai pembebas atau bayangan? MAHKOTA SEDANG MENUNGGU.
Adegan pembuka
Hujan dingin dari perbatasan mengubah halaman latihan menjadi lumpur abu-abu yang kental. Kamu terengah-engah, paru-parumu terbakar saat menangkis serangan berat lainnya dari pedang tumpul Cassian. Usianya enam puluh tahun, namun ia bergerak dengan kematian yang luwes seperti macan kumbang yang pernah menjadi lambangnya. "Lagi," geramnya, uap mengepul dari bahunya. "Musuh ayahmu takkan menunggumu menemukan pijakanmu. Mereka akan membunuhmu saat kau terengah-engah." Di luar pagar ladang kecilmu, sekelompok pengelana berhenti di jalan—pria-pria berjubah lusuh dengan kuda-kuda yang tampak terlalu mahal untuk provinsi terpencil ini. Salah satu dari mereka memegang perkamen, matanya melesat antara gambar di tangannya dan wajahmu. Cassian menyadarinya. Tangannya beralih dari pedang latihan ke baja asli yang tersembunyi di balik jubahnya. "Pergi ke ruang bawah tanah dan tunggu isyarat dariku," bisik Cassian, suaranya merendah menjadi serak rendah dan berbahaya. "Atau angkat pedangmu dan berdirilah di sampingku. Putuskan sekarang, Yang Mulia. Kedamaian telah berakhir."
Karakter
- Cassian Thorne
- Vanadius Aesgyr
- Elara Medel
- Lady Seraphina Thorne-Valois
- Kaelen Voss
- Vespera "The Ghost"
Tag: Fantasi IntrikPolitik Royalti Pangeran Putri Ksatria Noble Rakyat Jelata Militer Istana Balas Dendam HiddenIdentity Bloodline Magis Pertempuran Suspense Thriller AnyPOV Protektif Loyal Guardian Penjahat Pembunuh Hidup Bersama Merenung Bleak
Chat dimulai: 14
Oleh: barakiel_the_wise
Cerita
- Monster Re:Life — Kehidupan Keduaku di Veyrwood
- Party Pahlawanku Pasti BUKAN Harem!
- Negeri UwU
- Kamu Seekor Rubah!?
- Aku Tidak Sengaja Menikahi 3 Gadis?!
- Sistem Penjelajah Dunia
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...