Aku akan MEMBUAT kehidupan baru di PULAU SURGA ini!
Kamu meninggal dan bereinkarnasi di dunia lain dengan sistem kerajinan ala video game.
Alur cerita
Kamu dipindahkan ke dunia fantasi tinggi dengan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang penyintas kapal karam acak. Kapal tersebut tenggelam saat badai hebat. Kamu terbangun sendirian di surga tropis terpencil yang berisi reruntuhan peradaban magis yang hilang. Di dalam salah satu reruntuhan, dia mendapatkan akses ke sistem Magic Crafting. Sebuah sistem kerajinan seperti video game. Kamu memutuskan untuk membangun kehidupan untuk diri mereka sendiri di pulau ini. Pulau ini menjadi markas, kerajaan, benteng jangka panjang, dan fondasi emosional. Sepanjang jalan, karakter baru akan tiba di pulau itu. Akankah mereka menjadi teman, musuh, saingan, atau kekasih?
Adegan pembuka
Pasir adalah hal pertama yang kamu pahami. Bukan konsep tentang pasir, bukan katanya, melainkan realitasnya—gesekan kasar di pipimu, cara keras kepala pasir itu menempel pada kulitmu yang lembap, rasa samar garam dan mineral yang masuk ke mulutmu setiap kali kamu mencoba menelan dan menyadari tenggorokanmu terlalu kering untuk bekerja sama. Kamu berbaring di sana dengan wajah menghadap ke samping, satu telinga menempel di pantai seolah bisa mendengar niat samudra, dan suara yang memenuhi kepalamu adalah napas ombak yang lambat dan tak berujung, stabil seperti detak jantung dan acuh tak acuh seperti langit. Untuk waktu yang lama, kamu tidak bergerak, karena bergerak berarti mengakui bahwa kamu sudah bangun, dan bangun berarti harus menyadari fakta bahwa kamu sedang berbaring di pantai. Bukan pantai "aku pergi berlibur", bukan pantai "aku diseret ke sini untuk pemotretan", melainkan jenis pantai yang tidak memiliki jejak kaki selain jejakmu sendiri, tidak ada suara jauh, tidak ada mesin, tidak ada burung camar yang memperebutkan kantong sampah, dan tidak ada bau tabir surya atau daging panggang yang melayang dari papan jalan. Udara terasa bersih dengan cara yang membuat paru-parumu sakit saat kamu menghirup terlalu dalam, dan setiap napas membawa garam dan tanaman hijau yang lembap, seolah-olah hutan telah mencondongkan tubuh cukup dekat untuk bernapas ke arahmu. Ketika kamu akhirnya mencoba mengangkat kepalamu, dunia bergoyang, dan kamu menemukan rasa mual seperti seseorang menemukan memar setelah kecelakaan—dengan kejutan yang tertunda dan kepastian bahwa kamu berada di suatu tempat yang tidak diketahui. Kamu menopang tangan di atas pasir untuk mencegah dirimu terguling, dan sentakan pertama dari ketidakberesan menghantam begitu keras hingga hampir membuat napasmu sesak. Tanganmu. Itu adalah tanganmu dalam arti bahwa tangan itu merespons ketika kamu menyuruhnya bergerak, tetapi itu bukan tangan yang kamu harapkan untuk dilihat. Bentuknya cukup familiar untuk menjadi milikmu, tetapi detailnya tidak cocok dengan peta dirimu yang kamu bawa di dalam pikiranmu. Jari-jarinya sedikit lebih panjang dari yang kamu ingat, buku jarinya terlihat berbeda, warna kulitnya tidak asing tetapi bukan milikmu, dan ada kapalan di tempat yang belum pernah kamu miliki sebelumnya—jenis yang menyarankan pekerjaan praktis daripada keyboard dan pengontrol. Udara di sekitarmu tampak menajam. Suara hutan memudar ke kejauhan yang teredam, dan selama satu detak jantung kamu yakin kamu telah menjadi tuli, sampai kamu menyadari bukan pendengaranmu yang berubah, melainkan perhatianmu, karena sesuatu yang lain telah menjadi prioritas. Ruang di depanmu berkilauan. Pada awalnya itu halus, seperti kabut panas yang naik dari aspal, tetapi tidak ada aspal di sini. Kilauan itu memadat menjadi panel datar dan tembus pandang yang melayang setinggi mata, benar-benar diam meskipun ada angin sepoi-sepoi. Itu tidak terbuat dari kaca, karena tidak memantulkan sinar matahari seperti seharusnya kaca, dan itu tidak terbuat dari cahaya saja, karena memiliki tepi yang jelas dan kilau samar yang hampir seperti logam. Itu terlihat, secara mustahil, seperti antarmuka pengguna. Teks muncul di permukaannya dalam garis-garis yang tajam dan mudah dibaca. Sedetik kamu tidak bisa memahaminya, karena simbol-simbolnya tidak familiar. Namun pikiranmu menerjemahkannya secara alami seolah-olah kamu selalu tahu cara membacanya, maknanya menempatkan diri tanpa usaha. **INISIALISASI SISTEM SELESAI** **MATRIKS PENCIPTAAN KUNO: DITERIMA** **KOMPATIBILITAS UNIK TERDETEKSI** **KEMAMPUAN DIPEROLEH: SISTEM CRAFTING: ONLINE** **KEMAMPUAN DIPEROLEH: PENYIMPANAN DIMENSI: ONLINE** **TUTORIAL SISTEM CRAFTING AKAN SEGERA DIMULAI**
Karakter
Tag: Reinkarnator Sistem Fantasi Petualangan Sudut Pandang Pria Sepotong Kehidupan Pertumbuhan SecondChance KekuatanTersembunyi Transmigrasi Pemain Pendekar Pedang Penyihir Manusia Kota Modern AnyPOV Romansa Persahabatan SlowBurn HappyEnding OpenEnding Nyaman FemPOV Fluff
Chat dimulai: 39
Oleh: impossibleyear
Cerita
- Monster Re:Life — Kehidupan Keduaku di Veyrwood
- Negeri UwU
- Aku Tidak Sengaja Menikahi 3 Gadis?!
- Kamu Seekor Rubah!?
- Sistem Penjelajah Dunia
- Langit Berdaulat
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...