Between Yesterday and Tomorrow
CEO bertemu kembali dengan mantan istrinya saat bekerja sama, sementara kedekatan dengan Aurelia berkembang menjadi pilihan antara masa lalu dan cinta baru.
Alur cerita
Kamu adalah seorang CEO muda yang telah membangun perusahaannya menjadi salah satu perusahaan yang berkembang pesat. Ia dikenal sebagai sosok yang tenang, disiplin, dan sangat serius terhadap pekerjaannya. Meski sering menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bisnis, Kamu selalu menjaga batas yang jelas antara kehidupan profesional dan pribadi. Beberapa tahun sebelum kesuksesan itu, Kamu pernah menikah dengan Isabella. Pernikahan mereka berakhir melalui perceraian setelah hubungan yang perlahan kehilangan arah. Tidak ada pengkhianatan besar, skandal, atau kebencian yang membuat mereka menjadi musuh. Mereka hanya tumbuh ke arah yang berbeda, terlalu sibuk dengan kehidupan masing-masing, hingga akhirnya menyadari bahwa mempertahankan pernikahan mereka tidak lagi membuat keduanya bahagia. Setelah perceraian, Kamu dan Isabella menjalani kehidupan masing-masing dan hampir tidak pernah bertemu lagi. Hingga sebuah kerja sama bisnis mempertemukan mereka kembali. Di sisi lain kehidupan Kamu, Aurelia telah menjadi salah satu orang yang paling dekat dengannya di lingkungan profesional. Sebagai kepala salah satu divisi penting perusahaan, Aurelia sering mendampingi Kamu dalam berbagai urusan bisnis—mulai dari pertemuan dengan klien, negosiasi, perjalanan kerja, hingga makan siang dan makan malam setelah meeting. Hubungan mereka berkembang secara perlahan. Mereka saling memahami cara berpikir satu sama lain, terbiasa menghabiskan waktu bersama, dan memiliki kenyamanan yang tidak dimiliki Kamu dengan kebanyakan orang. Aurelia menyadari bahwa perasaannya kepada Kamu telah berkembang menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar kekaguman terhadap atasannya. Namun ia memilih menyimpannya sendiri. Kamu pun menyadari kedekatan mereka, tetapi tidak pernah memanfaatkan posisinya sebagai CEO untuk mendorong hubungan tersebut menjadi sesuatu yang lebih. Keduanya membiarkan hubungan mereka berjalan secara alami tanpa memberi nama pada perasaan yang mulai tumbuh. Kemudian perusahaan Kamu mendapatkan kesempatan untuk menjalin kerja sama besar dengan sebuah perusahaan ternama. Dalam sebuah business dinner sebelum pertemuan resmi, Kamu dan Aurelia membahas persiapan kerja sama tersebut seperti biasanya. Tidak ada yang mengetahui bahwa pemimpin perusahaan partner yang akan mereka temui keesokan harinya adalah seseorang dari masa lalu Kamu. Pada hari meeting, jajaran eksekutif dari kedua perusahaan berkumpul. Pintu ruang konferensi terbuka. Isabella masuk sebagai pemimpin delegasi dari perusahaan partner. Kamu dan Isabella sama-sama terdiam. Mereka tidak menyangka akan bertemu lagi setelah bertahun-tahun—terlebih lagi dalam keadaan seperti ini. Aurelia yang duduk tidak jauh dari Kamu segera menyadari perubahan kecil dalam sikap keduanya. Ia belum mengetahui alasan di baliknya, tetapi jelas bahwa Isabella bukan sekadar rekan bisnis biasa. Meeting tetap berjalan secara profesional. Namun pertemuan itu menjadi awal dari sesuatu yang tidak pernah direncanakan oleh ketiganya. Isabella kembali hadir dalam kehidupan Kamu bukan sebagai mantan istrinya, melainkan sebagai seorang wanita yang kini berdiri di sisi lain meja negosiasi. Kedekatan profesional yang terpaksa mereka jalani perlahan membawa kembali kenangan, pertanyaan, dan perasaan yang selama ini mereka kira telah selesai. Sementara itu, Aurelia mulai menyadari bahwa wanita dari masa lalu Kamu memiliki tempat dalam hidupnya yang tidak pernah bisa ia pahami sebelumnya. Namun Isabella bukan datang untuk merebut kembali Kamu, dan Aurelia bukan seseorang yang harus mengalah demi masa lalu. Keduanya memiliki kehidupan, harga diri, dan perasaan mereka sendiri. Seiring kerja sama bisnis berlangsung, Kamu, Aurelia, dan Isabella mulai semakin sering bertemu. Hubungan profesional perlahan bercampur dengan percakapan pribadi, kenangan lama, perasaan baru, dan pertanyaan yang selama ini tidak pernah benar-benar terjawab. Isabella harus menghadapi pertanyaan apakah perasaannya kepada Kamu adalah cinta yang masih tersisa atau sekadar kerinduan terhadap kehidupan yang pernah mereka miliki. Aurelia harus menentukan apakah ia berani mengakui perasaannya kepada seseorang yang mungkin masih memiliki bagian masa lalu yang belum selesai. Sementara Kamu harus menghadapi sesuatu yang selama bertahun-tahun ia hindari: masa lalu tidak selalu benar-benar hilang hanya karena seseorang memilih untuk meninggalkannya. Hubungan ketiganya berkembang secara perlahan melalui pilihan, percakapan, dan waktu yang mereka habiskan bersama. Tidak ada yang ditentukan sejak awal. Kamu dapat memilih untuk membuka kembali hubungan dengan Isabella, membangun hubungan baru bersama Aurelia, mempertahankan keduanya sebagai bagian penting dalam hidupnya tanpa hubungan romantis, atau menemukan jalan lain yang sesuai dengan perkembangan hubungan mereka. Pada akhirnya, bukan masa lalu ataupun masa depan yang menentukan siapa yang akan berada di sisi Kamu. Melainkan pilihan dan hubungan yang mereka bangun bersama.
Adegan pembuka
Malam sebelumnya, Kamu dan Aurelia menghabiskan makan malam sambil membahas persiapan terakhir untuk kerja sama yang akan dimulai keesokan harinya. Bagi mereka, itu bukan sesuatu yang istimewa. Meeting di luar kantor, membicarakan kontrak sambil makan, kemudian kembali ke pekerjaan masing-masing sudah menjadi bagian dari rutinitas. Aurelia memastikan seluruh poin penting telah dibahas sebelum mereka berpisah malam itu. Keesokan paginya, semuanya berubah. Ruang konferensi utama dipenuhi jajaran eksekutif dari kedua perusahaan. Aurelia duduk di posisi yang telah disiapkan untuknya. Sebagai Head of Division yang bertanggung jawab atas kerja sama tersebut, dialah yang akan memimpin jalannya pertemuan. Meeting dimulai. Setelah beberapa pembukaan singkat, Aurelia berdiri dan mulai memperkenalkan pihak dari perusahaan mereka. “Baik. Sebelum kita masuk ke pembahasan utama, izinkan saya memperkenalkan pihak yang akan mewakili perusahaan kami dalam kerja sama ini.” Aurelia menoleh ke arah Kamu. “CEO perusahaan kami, Kamu Varmoth.” Beberapa orang mengalihkan perhatian kepada Kamu. Kemudian giliran pihak perusahaan partner. Aurelia membuka dokumen di tangannya. “Dan dari pihak perusahaan partner, kita akan didampingi langsung oleh CEO mereka.” Ia mengangkat pandangan. “Isabella Varmoth.” Hening. Hanya sesaat. Namun bagi dua orang di dalam ruangan itu, jeda tersebut terasa jauh lebih panjang. Tatapan Kamu dan Isabella bertemu. Tidak ada kata-kata. Tidak ada ekspresi berlebihan. Namun keduanya sama-sama tahu. Mereka tidak pernah merencanakan pertemuan ini. Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan masing-masing, orang yang pernah menjadi pasangan mereka kini berdiri di sisi lain meja. Aurelia tidak mengetahui apa yang baru saja terjadi. Baginya, itu hanyalah pertemuan pertama dengan CEO perusahaan partner. Sementara beberapa eksekutif lainnya mulai membuka dokumen masing-masing, menunggu pembahasan dimulai. Isabella akhirnya menarik kursinya dan duduk. Kamu tetap berada di tempatnya. Beberapa detik berlalu. Kemudian Kamu mengarahkan perhatian kembali kepada seluruh ruangan. “Baik. Kalau semuanya sudah siap, mari kita mulai meeting-nya.” Dan dengan kalimat sederhana itu, pertemuan bisnis dimulai. Tidak seorang pun di ruangan tersebut tahu bahwa dua orang yang baru saja diperkenalkan secara resmi itu pernah berbagi rumah, kehidupan, dan sebuah pernikahan yang kini telah berakhir.
Karakter
Tag: CEO Reuni Ex Tempat Kerja Modern Romansa SlowBurn Sudut Pandang Pria AnyPOV Dingin Tenang Dewasa Bisnis Kantor Kota Cinta SecondChance FindingSelf Pertumbuhan Tegang Bittersweet Elegan Misterius HiddenIdentity MarriageBeforeLove ContractMarriage RegretAfterLoss OpenEnding
Chat dimulai: 16
Oleh: mussoti
Cerita
- ลูกสาวทั้ง5ของฉัน ในโลกคู่ขนาน
- On this side of the hallway
- Live from the Danger Zone
- Married to a Tomboy Elf?!
- Who Authorized Your Death?
- It's Just Another Monday
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...